Ponorogo – Dalam rangka memperingati Hari Santri, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam Pembelajaran. Kegiatan ini berlangsung di Graha PCNU Ponorogo dan diikuti oleh sekitar 90 peserta yang terdiri dari guru, tenaga pendidik, serta pengelola lembaga pendidikan di lingkungan warga Nahdliyin Ponorogo.
Pelatihan ini menghadirkan 7 orang trainer yang masing-masing membawakan materi berbeda mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran. Salah satu trainer adalah Nuria Rizky Fransiska, S.Pd., guru SMK 1 PEMDA Ponorogo, yang mendapat kesempatan mengisi materi kedua dengan topik “Pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menggunakan ChatGPT”.
Dalam sesi penyampaian materi, Nuria Rizky Fransiska atau yang akrab disapa Bu Ria menjelaskan bahwa AI dapat menjadi mitra strategis guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Dengan bantuan ChatGPT, guru mampu merancang RPP secara lebih cepat, sistematis, sekaligus menyesuaikan dengan standar kurikulum yang berlaku. “AI bukan menggantikan guru, tetapi menjadi alat bantu yang mempermudah pekerjaan guru agar bisa lebih fokus pada proses belajar mengajar,” jelasnya di hadapan peserta.
Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti pemaparan yang disampaikan. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul serta diskusi interaktif antara peserta dengan pemateri. Sebagian besar peserta mengakui bahwa penggunaan AI, khususnya ChatGPT, merupakan hal baru bagi mereka, namun sangat bermanfaat untuk mendukung tugas-tugas kependidikan.
Kegiatan ini sendiri merupakan bagian dari desiminasi pelatihan serupa yang sebelumnya dilaksanakan oleh PWLP Ma’arif NU Jawa Timur di Surabaya pada awal Juli lalu. Dari kegiatan tingkat provinsi tersebut, beberapa guru perwakilan daerah, termasuk Ponorogo, mendapatkan pelatihan intensif mengenai pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Hasilnya kemudian ditularkan kembali di tingkat kabupaten agar semakin banyak guru yang mendapatkan akses pengetahuan serupa.
Melalui kegiatan ini, PCNU Ponorogo berharap para guru semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. AI dipandang tidak hanya berguna untuk menyusun perangkat pembelajaran, tetapi juga untuk memperkaya metode mengajar, menciptakan kelas yang lebih interaktif, dan meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
Dengan hadirnya figur-figur inspiratif seperti Bu Ria dan para trainer lainnya, diharapkan guru-guru di Ponorogo dapat terus berkembang, berinovasi, dan menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan tantangan era digital tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter yang menjadi ciri khas pendidikan di Ma’arif NU.
Tim Media SMK 1 PEMDA Ponorogo
Editor : Fajar Yusuf
